Saat gue nulis judul artikel ini, jujur gue juga bingung mau nulis apa... Tapi yang pasti gue sedang sangat ingin buat menulis sesuatu... Sebagai penulis yang nggak seberapa profesional, saat gue memutuskan untuk menulis judul, berarti gue harus menyelesaikan artikel ini.. Mungkin...**************** THE END ****************
Tapi gue rasa nggak 'metal' banget kalo artikel ini cuma segini. Oke, beberapa kalimat lagi, gue janji.
Satu bulan terakhir ini gue merasa sedikit nggak normal, sedikit... Tapi maksudnya mungkin nggak seperti yang kalian pikir. Maksudnya bukan gue mendadak suka sama cowok atau gue mulai pakai rok. Atau gue iket rambut gw dengan tali sepatu berwarna oranye sambil bernyanyi lagu yang nge-top di RSJ : "Where is my son..?" (oke, jujur gue disini jadi inget temen gue yang sering nyanyi lagu itu, kalau lagi kumat, dalam bahasa indonesia nya: "dimana anak ku, dimana anak ku...?" *sambil ngacak - ngacak rambutnya* bener-bener bikin gue ngakak ).
Cukup, gw ga mau kedengeran terlalu absurd di artikel ini.
Sebenernya yang gue maksud disini adalah, 'my state of mind'.
Oke, mungkin kalian sedikit risih dengan kata-kata "labil" kalau diliat dari wajah, memang gue nggak mirip ABG dan nggak pantes buat pakai istilah "labil". Oke guys, mungkin gue lebih suka menyebutnya dengan sebutan "kacau".
Seberapa kacau, gue juga nggak tau dengan pasti ukuranya, yang pasti udah lumayan bikin gue can't think and do things properly. Sampai sekarang gue masih belum tau penyebabnya. Mungkin gue ngerasa jenuh dengan apa yang sedang gue jalani sekarang, atau mungkin gue sudah terlalu sibuk dengan rutinitas gue yang lumayan mengalihkan perhatian gue dari orang - orang disekitar gw.
Satu hal yang mungkin gw mesti adjust, karena ini semester pertama gue kuliah setelah 3 tahun gue tamat. The worst thing is that I have no more sundays for about two years ahead. Ya, itulah kenyataanya, gue mesti kuliah hari minggu.
Gue berharap keadaan ini nggak akan berlarut. Gue ingin mereka bisa merasakan kembali kehadiran gue.
P.S. Sampai gue menyelesaikan artikel ini, gue masih bingung dengan apa yang gue tulis. Mungkin gue akan nulis sesuatu yang lebih layak untuk dibaca, next time.
Read More...














